Dulu, animasi kerap diperhitungkan sebagai bagian kecil dalam desain dan kurang diperhitungkan dalam pembuatan sebuah desain.

Kini, siapa yang tidak butuh animasi? Desain animasi punya andil besar dalam dunia komunikasi. Desain jenis ini banyak dipilih karena mampu menyampaikan makna komunikasi yang berkonsep abstrak, kompleks, maupun multidisiplin melalui cara yang efektif, tapi tetap simple. Selain itu, desain animasi tidak hanya dibuat sebagai pemanis dan pelengkap, tapi sebagai tools andalan yang dapat meningkatkan kepuasan pengguna. Tren website development yang sedang in saat ini pun mendukung penerapan desain animasi, di mana implementasinya yang sederhana memungkinkan para desainer untuk bereskpresi sebebas mungkin. Simple atau terperinci, desain animasi akan selalu menarik perhatian pengguna di tiap tahap. Tren desain animasi bisa dterapkan dalam beragam cara, tapi tiga jenis di bawah ini adalah yang terbaik dan patut diperhitungkan sebagai cara untuk memaksimalkan tampilan brand kamu.

 

Storytelling

gif_04

 (Credit: Adam Polselli via Dribbble)

Desain animasi merupakan paduan yang cocok untuk tampilan website storytelling. Storytelling bisa jadi alternatif baru menggantikan tren video tutorial—cara lama yang kini sudah mulai ditinggalkan. Desain animasi dipercaya sebagai cara terbaik dalam menyampaikan suatu cerita. Ibarat masakan, desain animasi menambahkan cita rasa tersendiri dan menyihir para penggunanya untuk terus berinteraksi dan mengeksplor website Anda secara maksimal; menikmati desain yang Anda hidangkan hingga titik penghabisan.

 

Interactive and Intuitive

trv_scene2 (1)(1)

(credit: George Kvasnikov via Dribbble)

Animasi kreatif akan menarik perhatian pengguna dan memudahkan mereka untuk dapat berkomunikasi secara efisien dan menerima feedback langsung dari brand. Cara ini bisa mengubah persepsi customer terhadap dunia digital marketing saat ini: di mana kebanyakan brand masih lambat merespon keinginan customer sehingga menjauhkan persepsi bahwa sebenarnya mereka hadir secara visual tetapi terasa nyata layaknya interaksi face to face dengan customer. Animasi interaktif dibuat untuk menempatkan penggunanya sebagai kemudi, sehingga membuat pengguna sebagai pemegang kendali penuh dalam perjalanan yang menakjubkan.

 

 

Visual feedback and Micro interactions

weather_app_800x600

 (Credit: Sergey Valiukh via Dribbble)

Kita sering melihat banyaknya animasi yang memberikan feedback dalam bentuk efek, transisi, animasi warna, ikon, dan seamless background. Biasanya hal ini membingungkan para pengguna karena mereka biasanya hanya menempatkan kursor di posisi stabil (hover) dan tidak bermaksud untuk meng-klik konten tertentu. Dengan desain animasi, pengguna bisa tahu segala progress yang terjadi—apakah mereka sedang menunggu tanpa hasil atau benar-benar menunggu suatu konten untuk tampil dalam beberapa detik ke depan. Desain animasi disajikan untuk menghibur pengguna dengan konten animasi yang menarik supaya kegiatan menunggu proses loading selesai jadi lebih menyenangkan. Micro interactions juga turut membangun emosi pengguna. Desain animasi diterapkan dalam micro interaction dengan sangat detail, untuk meningkatkan pemahaman dan kepuasan pengguna dalam berinteraksi melalui dunia visual.

 

Sumber: http://lollypop.biz/blog/2017/june/why-rich-animations-are-crucial-for-design/